Pemerintah dinilai banci, karena tidak berani menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan penugasan.
Apalagi harga minyak dunia sudah naik lebih dari 30 persen sejak awal Januari 2017 lalu.
Pernyataan tersebut diungkapkan Pengamat Energi Marwan Batubara kepada INDOPOS melalui saluran telepon selular, Senin (26/2).
Menurut dia, kebijakan pemerintah tersebut akan mengakibatkan PT Pertamina (Persero) mengalami kerugian yang semakin besar. Yakni kehilangan keuntungan sampai Rp.24 triliun.
“ Padahal sudah ada aturannya, tapi karena alasan pencitraan pemerintah tidak menaikan harga BBM dengan alasan tidak membebankan rakyat, dan tidak terjadi inflasi,” beber Marwan.
Kalau tidak mau menaikkan harga BBM, masih ujar Marwan pemerintah bisa mengalokasikan anggaran subsidi pada APBN. Yang paling mendesak, menurutnya adalah kebijakan subsidi tepat sasaran.
“ Bukan subsidi barang, tapi subsidi orangnya. Karena 60 persen pemenuhan BBM dari import yang dibeli dengan harga minyak dunia,” katanya.(nas)

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !